Thursday, February 15, 2018

KEGALAUAN BERTAMBAH USIA

Why hello 33!


 Ulang tahun bagiku bagai mata uang yang berbeda. Di satu sisi, aku sangat menantikannya, tapi di sisi lain, aku pun tak siap umurku bertambah. Mungkin ketakutan bertambah tua tapi masih banyak yang belum diwujudkan. Kalau tahun lalu, ulang tahunku masih dengan euphoria baru jadi Ibu. Begitupun dengan tahun sebelumnya, ketika aku tengah hamil. Aku ingat banget, saat itu kayaknya nggak ada keinginan selain anak-anakku bisa lahir dan tumbuh dengan sehat dan kuat. Saat itu rasanya impian terbesarku, tujuan hidupku akan terwujud. Yaitu menjadi Ibu. Apalagi dapat bonus dari Allah swt, menjadi Ibu untuk sepasang anak kembar. Bucket list checked.

Sementara tahun ini...

Aku ngerasa tidak produktif, sama sekali. Hampir useless bahkan *deep sigh*.

Tahun ini, tepat di ulang tahunku, sepanjang hari aku terus uring-uringan. Suami yang menghadapi tingkahku tentu merasa kebingungan. Tapi tampaknya dia sudah paham dengan kegalauanku. Meski semua yang dilakukannya serba salah di mataku, ia tetap meladeniku dengan sabar.

Bukannya aku tak bahagia menjalankan peranku sebagai Ibu atau sebagai istri. Tapi kayaknya seiring bertambahnya usia, aku ingin punya sesuatu yang lebih. Bukan hanya soal materi, tapi lebih ke self actualization. Bukannya aku tak bersyukur. Sama sekali tidak. Justru karena rasa syukur yang teramat dalam mendorongku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku ingin menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, sesuatu yang bisa membanggakan, sesuatu yang bisa membuat anak-anakku kelak bangga punya aku sebagai Ibu mereka.

Tapi setelah berdiskusi panjang dengan suami, aku mulai mengerti bahwa ini belum saatnya. Masa sekarang adalah masa anak-anakku mendapatkan haknya untuk mendapatkan perhatian penuh dari Ibu mereka. Masa dimana mereka butuh aku untuk bisa menemani dan membimbing mereka. Yang kubutuhkan hanyalah rasa sabar dan ikhlas kalau waktuku akan tiba. Waktu dimana aku bisa menyempatkan diriku untuk berbuat yang aku butuhkan. Tapi tidak sekarang.


Tuhan,
terima kasih atas segala kesehatan dan keberkahan yang telah Kau berikan padaku selama ini. Maafkan jika aku hampir selalu menjadi manusia yang banyak mengeluh.
Semoga aku bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Dan semoga aku bisa lebih mencintai dan menghargai diriku lagi tanpa membandingkan.
Amin!

No comments:

Post a Comment