Wednesday, January 24, 2018

KEPUTIHAN? NO WAY!

Beberapa waktu lalu aku sempat bikin polling iseng di Instastory. Gara-gara belakangan sering kali saat buang air kecil berasa kayak keran bocor setetes-tetes gitu, jadi kaya nggak abis-abis. Nah, namanya mamak millenial, bukannya ke dokter malah “nyari temen” di sosmed 😪. Ternyata hasil polling, 80% dari temen-temen yang ikutan polling pernah mengalami hal yang sama. Banyak pula yang kirim Direct Message cerita soal Infeksi Saluran Kemih atau disingkat ISK. Tapi setelah baca-baca gejala dan ciri-cirinya, kok aku ngerasanya bukan ISK yang sedang aku alami sekarang. Soalnya buang air kecil lancar tanpa sakit atau berdarah *knock on wood*. Ada pula yang sharing soal kemungkinan ini sebagai efek setelah melahirkan, meskipun lahirannya secara cesar bukan normal. Kayaknya point ini lebih masuk akal. Apalagi setelah membaca blognya Sazki soal inkontinensia urine alias kondisi kantong urine yang melemah. Aku jadi terdorong untuk googling soal ini dan berasa dapat pencerahan.


Menurut Mbah Google, inkontinensia adalah kondisi yang banyak diidap oleh orang di seluruh dunia, terutama perempuan. Penyebabnya bisa karena berat badan berlebih, kurang makan makanan berserat dan terlalu banyak kafein. Wekwew. Emang sih kalau diingat-ingat, belakangan aku lagi suka banget minum kopi susu yang lagi hits di Jakarta. Hampir tiap hari gojekin dan berasa ada yang hilang kalau sehari absen. Tapi kalau efeknya jadi begini sih, kayaknya udah jadi warning untuk ngurangin ya. Btw, perlu diingat, ini bukan penyakit tapi merupakan suatu gejala. Jadi pencegahannya cuma bisa dilakukan dengan cara menghindari sumber penyebabnya. Oya, kata Sazki di blognya, juga bisa lewat senam kegel. Senam paling murah yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tapi selalu saja terlupakan.

Nah, yang namanya suka bolak balik buang air kecil kan bisa menyebabkan lembab di daerah kewanitaan. Dan ini tuh bahaya banget karena area yang lembab bisa bikin jamur betah. Kalau udah jamuran akhirnya keputihan ikutan muncul. Hiiiy, ngeriii. Kalau kata Mamaku sih, ramuan paling mujarab untuk mencegah jamur di area organ intim kewanitaan adalah rebusan daun sirih. Tapi ini sering banget aku lewatkan karena males repot. Ngebayangin rempongnya harus ngerebus daun sirih setiap hari. Untungnya sekarang ini udah ada Resik-V Daun Sirih yang bermanfaat sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Wanginya saja udah daun sirih banget dan hampir nggak ada bau kimia. Padahal kalau dicampur air, cairannya langsung berbusa layaknya sabun pada umumnya. Selain itu udah ada label halalnya, jadi nggak perlu was-was deh. Udah seminggu ini sih rutin aku pakai saat mandi dan setiap habis buang air kecil. Caranya, ambil secukupnya tuangkan di tangan lalu basuh di area luar daerah kewanitaan. Jangan sampai dalam ya, bisa bahaya. Terus bilas pakai air sampai bersih. Jangan lupa untuk keringkan terlebih dahulu sebelum menggunakan celana dalam agar tidak lembab. Yang paling aku suka dari Resik-V Godokan Sirih adalah kemasannya yang compact dan gampang banget dibawa-bawa tanpa takut tumpah. Ukurannya juga pas untuk dimasukkan kedalam tas. Praktis!



Sejauh ini memang sih inkontinensia-nya belum sepenuhnya hilang. Tapi udah lumayan banget berkurang. Setidaknya nggak perlu berlama-lama lagi di toilet tiap buang air kecil karena pipis yang tak kunjung selesai. Secara tiap kali ke toilet ada dua bocah yang nungguin. Yah, lebih mempersingkat waktu. Dan nilai plusnya, keputihan pun completely gone. Padahal biasanya menjelang haid keputihan suka datang menyapa. Bahagia nggak sih??

No comments:

Post a Comment