Thursday, June 1, 2017

Family Planning dengan Andalan


Aku termasuk orang yang senang melakukan sesuatu hal dengan spontan. Berbeda dengan suamiku yang lebih terorganisir. Tidak jarang kami bisa berbeda pendapat akan sesuatu. Tapi kalau sudah urusan anak, tentu saja tidak ada kata spontan dalam kamus kami. Segalanya harus direncanakan dengan baik demi kepentingan anak, termasuk menambah adik buat Jazea dan Jaziel. Pertanyaan kapan nambah momongan kayaknya sudah jadi template setelah melahirkan dan anaknya sudah mulai besar, ya nggak sih? Entah sekedar basa basi, ingin tahu alias kepo atau memang kelewat perhatian. Dulu sebelum punya anak, kalau ditanya ingin punya berapa anak, aku pasti mantap menjawab sebanyak-banyaknya. Apalagi mengingat perjalanan aku dan suami dalam memiliki momongan cukup berliku dan butuh usaha yang lebih. Tapi setelah hampir satu tahun ini menjalani peran sebagai orang tua, aku dan suami jadi mikir. Memiliki anak itu tanggung jawab yang super duper besar. Bukan hanya sekedar melahirkan saja, tapi justru saat anaknya lahir dan mulai tumbuh besar, disitulah tantangan dimulai. Sanggupkah kita mendidik anak-anak menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi orang banyak?

Hey, don’t get me wrong here!

Aku sangat bahagia dan tidak hentinya bersyukur akhirnya bisa merasakan jadi Ibu. Apalagi langsung dikaruniai anak kembar, cewek cowok pula. Tapi melihat mereka tumbuh bersama, terkadang suka kasihan karena perhatianku jadi harus terbagi dua sejak mereka bayi. Apalagi saat mereka sudah mulai tumbuh besar dan semakin demanding seperti sekarang ini. Saat mereka sudah tahu keinginannya dan meminta seluruh perhatian tertuju padanya. Sementara disaat yang lain kembarannya juga membutuhkan hal yang sama. Di satu sisi aku merasa bahagia tidak terkira ada dua anak yang sayang sama aku sampai segitunya banget. Tapi di sisi lain, kasihan juga sih. Karena pada hakikatnya, bayi itu butuh perhatian 100% tertuju pada mereka. Sementara anak kembar sudah harus berbagi sedari mereka masih dalam perut.

Akhirnya aku dan suami sampai pada keputusan kalau kita harus mengatur jarak yang pas untuk menambah adik untuk Jazea dan Jaziel. Harus memastikan dulu saat mereka berdua benar-benar siap dan cukup besar untuk bisa mengemong calon adiknya nanti. Dan yang paling penting, kesiapan aku dan suami untuk bisa berlaku adil dalam mendidik untuk anak-anak kami. Selain itu punya anak di Jakarta kan juga tidak murah. Sebagai orang tua, tentu saja kami ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama dari segi pendidikan mereka.

Nah, salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam merencanakan jarak kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Meskipun aku dan suami tergolong pasangan yang butuh perjuangan extra saat memiliki anak, tapi tidak ada salahnya bagi kami untuk merencanakan dengan baik. Awalnya pemilihan alat kontrasepsi ini cukup membingungkan karena minimnya informasi yang aku punya. Namun akhirnya saat berkunjung ke website Andalan di tundakehamilan.com, aku jadi sangat terbantu karena banyak sekali informasi mengenai pilihan alat kontrasepsi dan beragam artikel yang membantu perencanaan keluarga yang isinya sangat bermanfaat. Selain itu, saat aku sudah yakin dengan pilihanku ingin memakai kontrasepsi apa, Andalan juga menyediakan alat kontrasepsi yang cocok untukku dan suami. Dan baru tahu juga kalau ternyata Andalan punya 16 produk kontrasepsi yang terdiri dari 6 macam IUD, 4 macam pil KB, 1 implan, 1 kondom Andalan, serta 4 macam KB suntik. Kalau masih galau juga, coba deh temukan informasi soal alat kontrasepsi dan perencanaan keluarga ini lewat akun Facebook dan Instagram Andalan. Ada banyak sekali insight yang bisa didapatkan disana.

Family planning dalam membina rumah tangga ternyata penting banget lho, karena dapat berpengaruh pada kebahagiaan. Segala sesuatu yang terencanakan dengan baik dan matang, dapat pula menjadikan kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga. Dan percayalah, kunci kebahagiaan rumah tangga ada pada Ibu. Kalau Ibunya bahagia, dijamin dapat menular dengan cepat pada seluruh anggota keluarga. Setuju?

No comments:

Post a Comment